Pemkab Purwakarta Persiapkan Sekolah Tatap Muka Di Tengah Masa Pandemi

TweetShareShareEmailCommentsKENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah melalui penyesuaian Surat Keputusan Bersama Empat Menteri menetapkan, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan pada Januari 2021. Informasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Ia meminta bantuan dari semua pihak baik sekolah, orang tua, maupun anak-anak dalam upaya melawan pandemi Covid-19. Siswa akan masuk tiga kali dalam satu pekan, dibagi berdasarkan siswa dengan nomor ganjil dan genap.

Namun, jika belum memungkinkan, maka mau tidak mau kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan secara daring. Dia menambahkan, pemerintah daerah perlu dengan bijak menentukan wilayahnya dari tingkat kelurahan dan kecamatan yang aman untuk menjalankan PRAGMATIC PLAY sekolah tatap muka. Merespons situasi ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan semua aturan pembelajaran tatap muka diatur dalam SKB empat menteri dan mengedepankan kehati-hatian dan kesehatan semua insan pendidikan.

PEKANBARU- Pemko Pekanbaru telah memutuskan untuk memulai aktivitas belajar mengajar tatap muka di awal Februari 2021. Namun, sekolah tatap muka dilakukan secara bertahap yang dimulai dari sekolah negeri. “Dalam hal ini, kita melarang guru- guru dan tata usaha untuk berpergian keluar kota. Semua sekolah dan para guru untuk tetap melaksanakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” bilang Idham.

Kapan sekolah tatap muka akan dilaksanakan

Wali Kota mengatakan bahwa PTM terbatas ini ditunda dari jadwal yang diberikan pemerintah pusat, yakni 12 Juli 2021. Namun, bukan berarti sistem pembelajaran berhenti .Ia mengatakan bahwa sistem pembelajaran di tahun ajaran baru nantinya akan dilaksanakan dengan sistem online atau daring. Pemerintah Kota Medan menunda kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas sampai dengan Agustus 2021.

Untuk diketahui, Pemkab Madiun saat ini tengah berupaya untuk mempercepat vaksinasi. Ketika vaksin datang ke Kabupaten Madiun, langsung didistribusikan ke Puskesmas dengan sasaran eight.500 orang per hari. Ketika imunitas anak-anak terbentuk, maka PTM bisa segera dijalankan,” ungkap Dawami, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, (5/8).